Kericuhan pecah saat massa yang tergabung dalam OKP Cipayung bersama Aliansi Pedagang Sahabat Bomero mencoba menegosiasikan proses penertiban yang tengah dilakukan petugas di sekitar lokasi. Saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat Satpol PP tidak terhindarkan hingga akhirnya terjadi bentrok fisik.
Menurut keterangan Hoerul Vikri, salah satu perwakilan massa aksi, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, terdiri atas **lima mahasiswa dan tiga pedagang. Mereka diduga menjadi korban tindakan represif aparat saat berusaha mempertahankan lapak dagangan di area yang akan dikosongkan.
Kami hanya ingin menegosiasikan agar pedagang diberi tempat yang layak. Tapi aparat justru bertindak keras terhadap massa aksi,” ujar Hoerul.
Situasi sempat kacau selama beberapa menit sebelum akhirnya aparat berhasil mengendalikan kondisi di lapangan. Para korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Cianjur maupun kepolisian terkait insiden tersebut. Sementara itu, sejumlah perwakilan mahasiswa menyatakan akan menempuh langkah hukum dan menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kekerasan yang terjadi selama aksi berlangsung.
